Hot Deal

Minggu, 03 Agustus 2014

Cara Mencegah Patah Hati ( Bagian 1)



            Patah hati merupakan hal paling klise, cara mencegah patah hati merupakan hal yang paling dibutuhkan dan memang harus diketahui oleh anak-anak zaman sekarang. Zaman sekarang siapa yang tidak pernah mengalami yang namanya patah hati? Cara mencegah patah hati memang diperlukan. Karena hampir semua pasti pernah mengalaminya. Kali ini penulis akan membahas tentang cara mencegah patah hati dan patah hati versinya remaja. Semoga artikel cara mencegah patah hati ini bisa bermanfaat bagi anda.
            Patah hati bukanlah dan tidak lah tabu. Di zaman sekarang resiko seorang remaja untuk mengalami yang namanya sakit hati tergolong besar. Karena akses ke media-media sosial dan jejaring pertemanan yang setiap hari semakin mudah untuk diakses. Di sana , di media sosial tersebut, sangat mudah menemukan banyak orang yang membuat kita suka padanya . Namun dalam hal ini, rasa suka pada seseorang di social media bisa menambah luka karena kita tidak tahu seberapa lama hubungan tersebut berlangsung.

Cara Mencegah Patah Hati ( Bagian 2)



            Artikel Sebelumnya :
            “Patah hati merupakan hal paling klise, cara mencegah patah hati merupakan hal yang paling dibutuhkan dan memang harus diketahui oleh anak-anak zaman sekarang. Zaman sekarang siapa yang tidak pernah mengalami yang namanya patah hati? Cara mencegah patah hati memang diperlukan. Karena hampir semua pasti pernah mengalaminya. Kali ini penulis akan membahas tentang cara mencegah patah hati dan patah hati versinya remaja. Semoga artikel cara mencegah patah hati ini bisa bermanfaat bagi anda. Social Media sekarang yang begitu marak, sebut saja Facebook, Twitter, Instagram, Ask.FM, Kaskus, ataupun situs lainnya membuka peluang anak muda sekarang untk memulai hubungan dengan orang lain dan membuka akses patah hati. Sehingga banyak orang-orang yang mencarinya. Obat patah hati sesungguhnya  tidak ada di apotek, tidak ada dijual dirumah sakit, patah hati adalah sesuatu yang lebih jauh ke dalam perasaan , Sehingga obat-obat kimia tidak akan berpengaruh terhadapnya. Ini lah yang perlu dikaji dan diatasi lebih dulu. Anda harus bisa mengatasi hal ini sebelum anda memulai kehidupan yang damai. Anda harus belajar cara mencegah patah hati.

Waspadai Peralatan Makan Yang TIdak Higienis.


                Peralatan makan yang higienis sangat penting untuk menunjang proses pertumbuhan atau perkembangan metabolisme tubuh. Tubuh harus mendapat asupan yang bergizi. Namun juga tubuh terkadang lemah. Lemah terhadap alat-alat makanan yang tidak higienis. Anda butuh menyeimbangkan tubuh dengan makanan sekaligus peralatan makan yang baik, sehingga kesehatan tubuh dapat terkontrol dengan baik.
Nah, lalu anda bertanya, apa tolak ukur peralatan makan yang higienis? Apa yang harus saya lakukan untuk memastikan bahwa peralatan makan yang saya gunakan adalah peralatan makan yang baik? Apa yang harus saya ingat, dan bagaimana cara saya memilih peralatan makan yang baik? Akan kami paparkan jawabannya di bawah ini.

Waspadai Peralatan Makan Yang TIdak Higienis ( Bagian 2)


Sambungan artikel …
“Yang pertama adalah peralatan makan yang mengandung debu. Itu perlu anda antisipasi. Biasanya ini akan terjadi bila anda makan di tempat-tempat terbuka, seperti kios makan dadakan, atau orang sering menyebut mereka pedagang kaki lima. Namun anda juga jangan salah dan langsung berspekulasi buruk terhadap kios kaki lima, karena ternyata kios kaki lima tidak selamanya menyediakan peralatan makan yang kotor atau bisa kita katakan berdebu”

Waspadai Peralatan Makan Yang TIdak Higienis ( Bagian 3)


Sambungan artikel …
“Yang kedua harus menjadi pengamatan anda adalah peralatan makan nya, apakah berminyak atau tidak. Anda bisa mencoba dengan menggesekkan tangan anda pada peralatan makan yang disediakan kepada anda. Yang umum seperti sendok, garpu bila ada, sisi atau sudut pada piring, bisa anda coba rasakan berminyak atau tidak. Sedangkan gelas tidak perlu terlalu anda pikirkan, karena minyak akan luntur sendiri karena air. Walaupun memang minyak hanya bisa dihilangkan dengan cairan sabun.”

Waspadai Peralatan Makan Yang TIdak Higienis ( Bagian 4 )


Sambungan artikel…
“Yang ketiga adalah peralatan makan yang basah. Itu perlu anda cermati, karena peralatan makanan yang basah, yang ada di atas piring atau sendok biasanya baru diangkat dari cucian dan bisa berdampak pada kualitas gizi makanan. Peralatan makanan yang basah cenderung tidak steril dan higienis untuk anda gunakan”
4. Peralatan Makanan Yang Terbuat Dari Plastik.
Yang keempat harus menjadi pengamatan anda adalah peralatan makan nya, apakah terbuat dari logam, kaca atau tidak. Bahan yang perlu anda hindari adalah bahan peralatan makanan yang terbuat dari plastik. Namun tidak semua plastik berbahaya. Coba cek lebih dahulu bahan peralatan makanannya. Yang umum seperti sendok, garpu bila ada, sisi atau sudut pada piring, gelas , atau sendok di dalam gelas. Semua peralatan itu perlu anda cermati dengan seksama. Biasanya peralatan plastik digunakan untuk sekali pakai. Tidak dianjurkan untuk digunakan untuk ke dua atau lebih dari satu pelanggan. Selain karena bahan plastik tertentu berbahaya, juga plasik harganya murah sehingga tidak perlu terlalu di hemat. Namun karena murah lah, kualitas nya perlu dipertanyakan oleh konsumen.
Bila anda menemukan peralatan yang demikian ,anda tidak perlu terlalu ambil pusing, banyak cara untuk mengatasinya. Bila anda berani, anda bisa meminta pramusaji membawakan peralatan makanan yang diharapkan. Bila anda diberi sendok plastik atau gelas dari bahan plastik, anda bisa mengatakan pada pramusajinya. Tentu diminta dengan santun dan penuh pengharagaan. Mungkin anda akan diberi peralatan makan yang baru. Bisa anda coba sendiri cara itu. Namun kalau anda berat hati untuk melakukannya, anda bisa mengambil inisiatif lain, seperti memakan saja makanannya dengan peralatan yang telah diberikan. Karena peralatan plastik berbahaya hanya beberapa saja. Selama makanan anda baik, dan sendok plastik yang digunakan juga baik, atau tidak merupakan bekas dari orang lain, tentu itu aman-aman saja.  Toh juga kalau anda makan di sana, dan mendapat peralatan makan yang plastk serta anda tidak nyaman dengan hal seperti itu, anda bisa mengatakan uneg-uneg anda tersebut kepada pramusaji. Atau anda memutuskan sikap untuk tidak akan makan di tempat itu lagi. Semua berpulang kepada anda. Hanya saja, sekedar pengingat agar anda berani bicara dan melihat secara langsung profesinalisme dari pelayanan tempat anda makan.
Juga bila anda ditawarkan paket peralatan makan yang dibungkus plastik, dicontohkan ketika berbuka puasa menggunakan gelas yang terbuat dari botol bekas minuman mineral yang mereknya sudah dikikis atau dibuang, atau ketika anda di beri paket pembungkus makanan sterofoam, atau plastik hitam karbon untuk membungkus makanan, anda perlu sangat hati-hati menanggapi hal ini. Biasanya itu ditemukan di lokasi pedagang-pedagang dadakan, atau pedagang kaki lima musiman.
Peralatan makan yang terbuat dari steorofoam memang tidak higienis. Itu sudah merupakan anjuran dari banyak lembaga kesehatan. Apalagi gelas yang merupakan botol plastik dari salah satu produk air mineral. Sangat tidak disarankan membeli hal-hal yang demikian. Namun karena banyaknya pedagang-pedagang yang demikian di jalanan, sehingg masyrakat sadar tidak sadar pun membeli makanan dengan peralatan yang tidak sehat tersebut. Apalagi bila gorengan atau sejenisnya dibungkus menggunakan kantong kresek. Kita tidak tahu kualitas kantong kresek yang digunakan. Bisa saja mengandung zat kimia berbahaya. Sehingga anda harus cermat!


Waspadai Peralatan Makan Yang TIdak Higienis ( Simpulan- Bag. Akhir )


Berikut kami sarikan , beberapa dari artikel bagian pertama dan terakhir:
“ Yang pertama adalah peralatan makan yang mengandung debu. Itu perlu anda antisipasi. Biasanya ini akan terjadi bila anda makan di tempat-tempat terbuka, seperti kios makan dadakan, atau orang sering menyebut mereka pedagang kaki lima. Namun anda juga jangan salah dan langsung berspekulasi buruk terhadap kios kaki lima, karena ternyata kios kaki lima tidak selamanya menyediakan peralatan makan yang kotor atau bisa kita katakan berdebu”
“ Yang kedua harus menjadi pengamatan anda adalah peralatan makan nya, apakah berminyak atau tidak. Anda bisa mencoba dengan menggesekkan tangan anda pada peralatan makan yang disediakan kepada anda. Yang umum seperti sendok, garpu bila ada, sisi atau sudut pada piring, bisa anda coba rasakan berminyak atau tidak. Sedangkan gelas tidak perlu terlalu anda pikirkan, karena minyak akan luntur sendiri karena air. Walaupun memang minyak hanya bisa dihilangkan dengan cairan sabun.”
“ Yang ketiga adalah peralatan makan yang basah. Itu perlu anda cermati, karena peralatan makanan yang basah, yang ada di atas piring atau sendok biasanya baru diangkat dari cucian dan bisa berdampak pada kualitas gizi makanan. Peralatan makanan yang basah cenderung tidak steril dan higienis untuk anda gunakan”
“ Yang keempat harus menjadi pengamatan anda adalah peralatan makan nya, apakah terbuat dari logam, kaca atau tidak. Bahan yang perlu anda hindari adalah bahan peralatan makanan yang terbuat dari plastik. Namun tidak semua plastik berbahaya. Coba cek lebih dahulu bahan peralatan makanannya. Yang umum seperti sendok, garpu bila ada, sisi atau sudut pada piring, gelas , atau sendok di dalam gelas. Semua peralatan itu perlu anda cermati dengan seksama. Biasanya peralatan plastik digunakan untuk sekali pakai. Tidak dianjurkan untuk digunakan untuk ke dua atau lebih dari satu pelanggan. Selain karena bahan plastik tertentu berbahaya, juga plasik harganya murah sehingga tidak perlu terlalu di hemat. Namun karena murah lah, kualitas nya perlu dipertanyakan oleh konsumen.”